Kamis, 07 Juli 2011

Dua puluh tujuh tahun yang lalu......

Dua puluh tujuh tahun yang lalu...
di kaki gunung sangiri,
suara burung itu begitu rindu ku dengar,
udara itu begitu rindu ku hirup,
hangatnya mentari pagi,
embun pagi yang membasahi dedaunan,

ku lihat mentari pagi menembus dinding bilik bambu yang telah usang,
membuka mata ku yang telah cukup melepas lelah,
telah kembali bersemangat menyambut mentari pagi yang cerah,
suara burung dan kokok ayam ramai menyambut,
air sungai mengalir begitu bening,
aroma rerumputan menambah aroma wangi bumi,

ku sapa pagi yang cerah,
kaki ku melangkah,
mengikuti jalan setapak,
ku lihat tebing dan hamparan luas ladang di kaki gunung...
langit biru dan matahari datang menyambut hari yang cerah.


By Yean

Proses tumbuh manusia sama seperti tanaman dari akar - batang & ranting - daun - bunga sampai buah.

"akar" tumbuh di bawah tanah yang tidak kelihatan tapi dengan keberadaanya dia bisa memberikan andil yang penting dalam keberlangsungan tanaman, semakin tumbuh dan berkembang akar terus memperkuat dan memperbanyak jaring-jaring serabutnya sampai dalam dan menembus bebatuan agar mendapatkan unsur penting untuk kelangsungan hidupnya hingga akhirnya menghasilkan buah, terus mencengkram agar bisa menjadi tanaman yang kuat dan kokoh. Diibaratkan "akar" adalah sebagai orang tua kita, Beliau mempersiapkan kita ke dunia dengan berbagai perbekalan ilmu dari lahiriah sampai batin, juga teknologi, memperluas jaringan hubungan antar manusia, mengusai dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, terus mencari unsur-unsur yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan hidup, bila dia berhenti mencari unsur hara dan tidak berusaha memperluas jaringan maka dia tidak bisa tumbuh dan berkembang, lama-lama akan mati begitu saja. 

"batang" dia mempersiapkan dan membantu menyalurkan unsur hara yang dibutuhkan untuk terus tumbuh dan memberikan tempat agar daun bisa tumbuh, memperkuat dirinya agar bisa menopang daun dari angin yang akan mencoba merobohkannya. Diibaratkan "batang" adalah anak dari kedua orang tua kita: adik, kakak dan aku. 

"daun" membantu mengolah unsur hara menjadi nutrisi yang bisa digunakan oleh tanaman agar bisa terus tumbuh dan berkembang, juga menghasilkan unsur lain yang bisa dibutuhkan pihak lain (kalau daun menghaslkan O2 yang bisa dimanfaatkan manusia untuk bernafas). Diibaratkan "daun" adalah aku atau kita sendiri. Kita berusaha mencari ilmu dan berusaha kerja keras agar bisa menjadi orang yang bisa berguna, bekerja, dan mencari nafkah yang halal agar bisa membantu keluarga dan yang lainnya melangsungkan hidup menjadi terus tumbuh dan berkembang.  

"bunga" dari pertemun dengan pasangan kita, kita merasakan bunga kehidupan dan dari bunga itu, kita akan mempersiapkan melangsungkan dan meneruskan perjuangan kita dimasa yang akan datang dan membantu untuk terus tumbuh dan berkembang. Diibaratkan "bunga" adalah anak-anak kita. Anak-anak kita adalah penerus yang akan meneruskan proses kehidupan selanjutnya menjadi mahluk yang terus tumbuh dan berkembang.

"buah" hasil dari kerja keras kita selama kita hidup, apakah buah yang akan kita hasilkan akan menjadi buah manis, pahit, segar, bermanfaat bagi orang lain, atau tidak, tergantung kita mempersiapkan dan membuatnya. Diibaratkan "buah" adalah amalan, amalan yang akan kita tinggalkan sebelum kita mati. Ada istilah gajah mati meninggalkan 'gading', harimau mati meninggalkan 'belang', manusia mati meninggalkan 'nama'.

Kita bisa ikut andil untuk kemajuan negara ini menjadi negara yang besar dan lebih baik dari sekarang diawali dengan menanam pohon yang kokoh, dengan nama 'keluarga' dan Insyaallah akan menghasilkan pohon-pohon yang akan menghasilkan buah yang manis dan bermanfaat. 

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi inspirasi untuk semua.....
Have a nice day  .... :) 

By : Yean'2011 
   

Rabu, 08 Juni 2011

Serpihan itu.......

serpihan itu telah ku susun kembali dan ku tata,
tak mudah untuk memulai,
tak mudah untuk kembali berdiri tegak,
tak mudah untuk menaklukannya,
tak mudah untuk merangkulnya kembali,
tak mudah untuk menjadikannya kembali bersinar,
kesabaran, waktu, doa.... yang akan menjawab semua,
yang akan memberikan harapan baru,
di sana ku lihat cahaya terang masuk menembus lubang kecil,
menghampiri ku pelan tak bersuara... 
saat ku dalam kegelapan, kegamangan, kekerdilan, keangkuhan, kesombongan....